Beranda
  • header2
  • header
  • header3

PEKANBARU - Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan setda kota Pekanbaru, Ir. Dedi Gusriadi. MT memimpin Rapat final evaluasi realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru tahun 2015 di aula Bappeda kota Pekanbaru Senin (28/12). 

Dari laporan semua Satuan Perangkat Kepala Daerah (SKPD) kota Pekanbaru didapatkan hasil realisasi fisik dari apbd 2015 mencapai 91 persen lebih. Sementara untuk defiasi 8,29 persen.

"Realisasi fisik kita sudah termasuk cukup tinggi. Memang ada beberapa kegiatan besar dari SKPD tidak terlaksana tahun ini. Paling besar itu pembebasan jalan Riau yang nilainya miliaran tidak terealisasi," Sebut Dedi.

Beberapa kegiatan yang tidak terlaksana lainnya yakni, Bappeda ada dua kegiatan, kemudian dari BPKAD ada satu kegiatan tidak dilaksanakan, Badan Kesbangpol satu, upgrede sistem Dispenda. Sementara kegiatan fisik yang tidak terlaksana dengan dana besar adalah, DKP pembangunan tiambangan mencapai Rp 300 juta dan pembagunan TPU yang gagal di kulim mencapai Rp 4 Milyar.

"Jadi dana sisa dari realisasi fisik yang tidak terealisasi mencapai kurang lebih Rp 10 miliar dan itu dikembalikan ke kas daerah," ujarnya. 

Untuk ganti rugi pembebasan jalan Riau, menuru Asisten II ini akan di masukan kedalam APBD P 2016. "Kalau tak bisa juga terpaksa APBD murni 2017," sambungnya.

Dari total realisasi anggaran pada pasca disahkannya APBD P 2016 sebesar Rp 1,8 triliun pencairan uangnya hanya 67,66 persen saja. Sementara 2,08 triliun sudah dicairkan pada APBD murni 2015. "Jadi untuk realisasi fisik kita sudah termasuk tinggi di Riau," tutupnya. (Humas Pemko)

Kepala BPKAD

Drs. H. Syoffaizal M.Si
Plt. Kepala BPKAD 
Kota Pekanbaru

Informasi SKPD